Judul Asli :
ضوابط ها مة في
زينة المرأة وسلوك الأجت المحجبة
Edisi Indonesia : Panduan
Muslimah Mempercantik Diri (Cantik Luar Dalam)
Penulis :
Nabil Mahmud dan Ummu Mahmud Al-Asymuni
Penerbit :
La Raiba Bima Amanta (eLBA)
Akhlak Wanita Muslimah
Etika Kepada Diri Sendiri
1.
Jagalah Lisan
Jagalah lisan
dari semua yang dibenci Allah, seperti berdusta, mencaci, melaknat, ghibah,
namimah. Berdzikirlah selalu kepada Allah setiap kesempatan.
2.
Jagalah Pandangan
وَقُلْ
لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka
menahan pandangannya, dan memelihara kehormatan mereka.”(QS. An-Nur; 31)
3.
Jagalah Pendengaran
لَا خَيْرَ فِي
كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ
إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali
bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau
berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS.
An-Nisa;114)
4.
Jagalah Akal
وَإِنْ تَعُدُّوا
نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu
menghinggakannya.” (QS. Ibrahim; 34)
5.
Jagalah Hati
6.
Jagalah Kemaluan
7.
Jagalah Tangan
8.
Jagalah Kaki
9.
Berhias dengan sifat malu
Etika di Jalan
Firman
Allah;
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ
إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah
kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu
mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Al-Imran; 102)
Jalan
memiliki beberapa etika yang harus diikuti, sehingga Anda menjadi teladan lewat
perilaku Anda. Jalan memiliki ketakwaan di jalan dengan mengikuti hal-hal
berikut ini:
1.
Meminta
izin kepada wali sebelum keluar.
2.
Memakai
busana muslimah.
3.
Membaca
do’a keluar rumah.
4.
Menundukkan
pandangan.
5.
Tidak
banyak bicara, tertawa atau mengunyah permen karet.
6.
Berjalan
dipinggir bukan ditengah jalan.
7.
Konsisten
dengan sifat malu dan tenang, serta menghindari dengan cium pipi.
8.
Menghindari
tempat yang berdasak-desakkan.
9.
Segera
kembali setelah menyelaesaikan keperluan.
Etika Berbicara
إِنِ
اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ
مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk[1213]
dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[1214]
dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab; 32)
1.
Hindarilah memperlembut suara.
2.
Perbanyak dzikir dalam pembicaraan.
3.
Memilih kata-kata.
4.
Meringkas pembicaraan dengan menjelaskan maksudnya.
5.
Berbicara sewajarnya sesuai dengan yang bisa didengar oleh lawan
bicara.
6.
Jauhi perkataan yang mengandung banyak tafsiran.
7.
Jauhilah perkataan yang bisa mendatangkan maksiat dan fitnah.
8.
Jauhilah perkataan yang menghinakan.
9.
Jauhilah omong kosong.
10.
Mendengar pembicaraan dengan baik.
11.
Tidak memutus perkataan orang lain.
12.
Tidak memonopoli sendiri dalam berbicara.
Etika di Atas Kendaraan (Angkutan Umum)
1.
Izin keluarga ketika keluar rumah.
2.
Ditemani oleh mahram.
3.
Membaca do’a bepergian.
4.
Menghindari berdesak-desakkan.
5.
Mahram naik terlebih dahulu gunanya untuk mebuka jalan.
6.
Duduk disamping wanita atau disamping mahram.
7.
Munundukkan pandangan.
8.
Tidak banyak bicara, tenang, diam.
9.
Mahram turun terlebih dahulu untuk membukakan jalan.
10.
Menghindari naik atau turun ketika masih ada orang lain dimuka
pintu.
Etika Berkunjung
1.
Tidak Ikhtilath(bercampur baur antara laki-laki dan perempuan)
2.
Menjaga etika meminta izin: mengetuk pintu tiga kali, tidak berdiri
di depan pintu.
3.
Tidak mencari-cari aurat.
4.
Menghindari pertanyaan yang diharamkan seputar keluarga.
5.
Tidak berpindah tempat kesana kemari kecuali atas izin orang yang
dikunjunginya.
6.
Menjauhi ghibah dan namimah.
7.
Tidak memperpanjang kunjungan.
8.
Merendahkan suara.
9.
Hendaknya kunjungan bisa memotivasi untuk lebih taat kepada Allah.
Etika Bermasyarakat
1.
Sebagai Siswa
a.
Menjaga jangan sampai membuka aurat.
b.
Memakai pakaian sesuai syariat (syar’i).
c.
Bergaul dengan kawan muslimah agar bisa saling mengingatkan dalam
kebenaran.
d.
Belajar sungguh-sungguh karna Allah.
2.
Sebagai Pekerja
a.
Bertakwa kepada Allah.
b.
Tidak ikhtilath.
c.
Menjaga etika ketika berbicara.
d.
Berbicara sebatas keperluan.
e.
Menundukkan pandangan.
f.
Tidak memperlembut suara.
g.
Tidak tertawa terbahak-bahak dan mengunyah permen karet.
h.
Tidak menyepelekan pakaian Islami yang menutup seluruh badan.
i.
Jauhi bicara tentang keluarga ketika bekerja.
j.
Memilih pekerjaan sesuai dengan tabi’atnya.
Etika Sebagai Seorang Istri
وَمِنْ
آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا
وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ
يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah
Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum;21)
Hal yang
harus dipatuhi sebagai seorang istri:
1.
Ketahuilah
kepemimpinan ada ditangan suami.
2.
Jadikan
ia sebagai majikan Anda.
3.
Jadilah
istri shalihah.
4.
Patuhi
akhlak yang baik dalam bergaul dengannya.
5.
Jagalah
rahasia suami dan rumahnya.
6.
Baik
dalam bergaul dengan keluarganya.
7.
Tidak
puasa sunnah kecuali mendapatkan izin dari suami.
8.
Tidak
bersedekah kecuali mendapatkan izin suami.
9.
Jauhi
banyak tuntutan hidup.
10.
Tidak
membanggakan diri dengan kecantikan.
11.
Memuliakan
tamunya dihadapannya.
12.
Mensyukuri
kebaikannya.
13.
Menghiasi
diri dengan iffah dan amanah.
14.
Menghargai
perasaannya dan mengikuti kemauannya.
15.
Berhias
hanya untuknya.
16.
Baik
dalam bergaul dengan tetangga.
17.
Tidak
memasukkan orang lain kedalam rumah ketika suami tidak lagi dirumah.
18.
Mendidik
anak dengan didikan yang baik.
19.
Bagus
dalam mengatur uang belanja seukuran kemampuannya.
20.
Bekerja
dirumah, mengatur ,dan merapikannya.
21.
Bagus
dalam menyambut dan mengantarkannya.
22.
Berkasih
sayang dengannya.
23.
Mentaatinya
bukan dalam kemaksiatan.
24.
Tidak
sombong diri dengan ilmu, harta, kecantikan dan keturunan.
Etika Bersama Keluarga
1.
Etika Kepada Orang Tua
وَقَضَى
رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا
يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا
أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu
telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu
berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di
antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu,
maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan
"ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka
perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra;23)
2.
Etika Kepada Kerabat
Allah berfirman;
وَاتَّقُوا اللَّهَ
الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim.”(QS.An-Nisa;1)
Dan juga Allah berfirman;
وَأُولُو
الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ
“Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih
berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah.”
(QS. Al-Anfaal;75)
Etika Dengan Keluarga Suami
وَاتَّقُوا
اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ
رَقِيبًا
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya
kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah)
hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”
(QS. An-Nisa’;1)
فَآتِ
ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ
لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat
akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam
perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan
Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.” (QS. Ar-Ruum;38)
Sesungguhnya
kerabat suami adalah orang yang paling dicintai olehnya, karena mereka adalah
keluarganya sendiri. Agar Anda mendapatkan keridhoan Allah dan juga ridho
suami, maka jadilah Anda sebagai orang yang berbakti kepada mereka, sebagaimana
yang Anda lakukan terhadap suami Anda. Jadikan setiap mereka sama kedudukannya
dengan suami Anda dalam permuliaan dan penghormatan. Jadikan mereka seperti
keluarga sendiri dalam berbuat baik kepdanya. Jadilah Anda orang terdidik dan
berakhlak mulia, meskipun mereka tidak berbuat baik kepada Anda.
Etika Kepada Anak
Anda wajib mendidik Anak Islami untuk mencintai Allah dan ibadah
kepadaNya, dengan cara mengingatkan mereka terus-menerus bahwa Dia adalah
pemberi semua kenikmatan. Ajaklah dia memikirkan alam semesta yang
disekelilingnya, membicarakan sifat Allah yang tinggi, juga tentang pahala bagi
orang yang taat dan siksa bagi orang yang maksiat.
Etika di Rumah
Jadikan rumah Anda sebagai rumah yang islami, bersih dari
gambar-gambar yang diharamkan, patung, anjing dan semua yang dilarang
sebagaimana Sabda Rasulullah SAW;
لاً
تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَصُرَةٌ
“Malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya ada anjing
dan gambar.” (HR. Bukhori, 10/328; Muslim, no. 2606; hadits shahih)
Etika Dengan Tetangga
Berbuat baik kepada tetangga adalah wajib dan termasuk iman dan ketaatan
kepada Allah, sebagaimana firman Allah dan Sabda Rasulullah SAW;
وَبِالْوَالِدَيْنِ
إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي
الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ
“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat,
anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang
jauh.”(QS. An-Nisa’:36)
مَنْ
كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الاخِرِفَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia
memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhori, 10/373;Muslim, no. 47)
Etika Bersama Semua Orang
Berhiaslah dengan etika yang mulia dalam setiap tindakan Anda
kepada orang lain. Hindarilah sifat marah, angkuh, menyombongkan diri dengn
ilmu, harta, kecantikan, dan keturunan. Jauhilah mencela, ghibah dan mengadu
domba. Jadikan setiap sikap Anda dengan mereka dibangun atas amar ma’ruf dan
nahi munkar, akhlak yang baik dan membalas kejelekan dengan kebaikan.
Jadilah Teladan bagi Orang Lain
Orang-orang memandang Islam lewat Anda. Mereka tidak akan mencela
atau memuji Anda tetapi mereka akan mencela Islam atau memujinya karena Anda.
Janganlah Anda hinakan agama Anda dengan etika Anda.
Orang akan mencintai dan membenci Islam karena perilaku
penganutnya. Jadilah Anda Da’i kepada Islam dengan etika Anda. Jadilah teladan
bagi orang lain, dan jangan sekali-kali perbuatan Anda menyelisihi perkataan
Anda. Karena sambutan orang terhadap dakwah tergantung pada keikhlasan Anda sebagai Da’i, itulah sebabnya Allah
berfirman;
أَتَأْمُرُونَ
النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu
melupakan diri (kewajiban) mu sendiri?” (QS. Al-Baqarah:44)
Dakwah dengan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar
Allah berfirman;
كُنْتُمْ
خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,
menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada
Allah.”
Dakwah kepada Allah adalah tanggungjawab umat islam seluruhnya,
laki-laki dan perempuan, sesuai dengan perannya, kedudukannya, dan
kemampuannya. Mereka adalah sebaik-baik umat yang pernah dikeluarkan dihadapan
manusia, dan mereka adalah umat yang paling mulia. Umat yang memimpin bukan
umat yang dipimpin. Umat yang diikuti bukan yang mengekor. Mereka senantiasa
terjaga hingga hari kiamat.
Allah tidak akan membebani suatu umat dengan kewajiban dakwah,
tanpa umat yang lain kecuali karena umat tersebut adalah umat yang besar dan
dianggap mampu mengemban urusan yang besar ini. Dakwah kepada Allaah haruslah
dimulai dari diri sendiri, ikhlas dengan ilmu dan yang paling utama adalah
iman, takwa dan berani dalam kebenaran.
Dakwah dilakukan leat perkataan atau perilaku. Anda adalah Da’i
kepada Allah dihadapan anak-anak, keluarga dan tetangga, kemudian
ditengah-tengah para wanita. Dakwah Anda bisa dengan nasihat yang baik atau
denga etika yang yang mulia. Termasuk hal yang paling penting yaitu memadukan
antara ucapan dan tindakan, sehingga anda menjadi teladdan bagi mereka. Orang
akan melihat Islam dalam kepribadian Anda, maka hindarilah merusak agama dengan
perilaku Anda yang salah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar