Jumat, 06 Mei 2016

Review Buku "Akhlak Wanita Muslimah Etika Kepada Diri Sendiri"



Judul Asli                    : ضوابط ها مة في زينة المرأة وسلوك الأجت المحجبة
Edisi Indonesia           : Panduan Muslimah Mempercantik Diri (Cantik Luar Dalam)
Penulis                         : Nabil Mahmud dan Ummu Mahmud Al-Asymuni
Penerbit                       : La Raiba Bima Amanta (eLBA)


Akhlak Wanita Muslimah
Etika Kepada Diri Sendiri
1.      Jagalah Lisan
Jagalah lisan dari semua yang dibenci Allah, seperti berdusta, mencaci, melaknat, ghibah, namimah. Berdzikirlah selalu kepada Allah setiap kesempatan.
2.      Jagalah Pandangan
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kehormatan mereka.”(QS. An-Nur; 31)
3.      Jagalah Pendengaran
لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (QS. An-Nisa;114)
4.      Jagalah Akal
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya.” (QS. Ibrahim; 34)
5.      Jagalah Hati
6.      Jagalah Kemaluan
7.      Jagalah Tangan
8.      Jagalah Kaki
9.      Berhias dengan sifat malu

Etika di Jalan
Firman Allah;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Al-Imran; 102)
Jalan memiliki beberapa etika yang harus diikuti, sehingga Anda menjadi teladan lewat perilaku Anda. Jalan memiliki ketakwaan di jalan dengan mengikuti hal-hal berikut ini:
1.    Meminta izin kepada wali sebelum keluar.
2.    Memakai busana muslimah.
3.    Membaca do’a keluar rumah.
4.    Menundukkan pandangan.
5.    Tidak banyak bicara, tertawa atau mengunyah permen karet.
6.    Berjalan dipinggir bukan ditengah jalan.
7.    Konsisten dengan sifat malu dan tenang, serta menghindari dengan cium pipi.
8.    Menghindari tempat yang berdasak-desakkan.
9.    Segera kembali setelah menyelaesaikan keperluan.




Etika Berbicara
إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا
“Jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk[1213] dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya[1214] dan ucapkanlah perkataan yang baik.” (QS. Al-Ahzab; 32)
1.    Hindarilah memperlembut suara.
2.    Perbanyak dzikir dalam pembicaraan.
3.    Memilih kata-kata.
4.    Meringkas pembicaraan dengan menjelaskan maksudnya.
5.    Berbicara sewajarnya sesuai dengan yang bisa didengar oleh lawan bicara.
6.    Jauhi perkataan yang mengandung banyak tafsiran.
7.    Jauhilah perkataan yang bisa mendatangkan maksiat dan fitnah.
8.    Jauhilah perkataan yang menghinakan.
9.    Jauhilah omong kosong.
10.  Mendengar pembicaraan dengan baik.
11.  Tidak memutus perkataan orang lain.
12.  Tidak memonopoli sendiri dalam berbicara.

Etika di Atas Kendaraan (Angkutan Umum)
1.      Izin keluarga ketika keluar rumah.
2.      Ditemani oleh mahram.
3.      Membaca do’a bepergian.
4.      Menghindari berdesak-desakkan.
5.      Mahram naik terlebih dahulu gunanya untuk mebuka jalan.
6.      Duduk disamping wanita atau disamping mahram.
7.      Munundukkan pandangan.
8.      Tidak banyak bicara, tenang, diam.
9.      Mahram turun terlebih dahulu untuk membukakan jalan.
10.  Menghindari naik atau turun ketika masih ada orang lain dimuka pintu.

Etika Berkunjung
1.      Tidak Ikhtilath(bercampur baur antara laki-laki dan perempuan)
2.      Menjaga etika meminta izin: mengetuk pintu tiga kali, tidak berdiri di depan pintu.
3.      Tidak mencari-cari aurat.
4.      Menghindari pertanyaan yang diharamkan seputar keluarga.
5.      Tidak berpindah tempat kesana kemari kecuali atas izin orang yang dikunjunginya.
6.      Menjauhi ghibah dan namimah.
7.      Tidak memperpanjang kunjungan.
8.      Merendahkan suara.
9.      Hendaknya kunjungan bisa memotivasi untuk lebih taat kepada Allah.

Etika Bermasyarakat
1.      Sebagai Siswa
a.       Menjaga jangan sampai membuka aurat.
b.      Memakai pakaian sesuai syariat (syar’i).
c.       Bergaul dengan kawan muslimah agar bisa saling mengingatkan dalam kebenaran.
d.      Belajar sungguh-sungguh karna Allah.
2.      Sebagai Pekerja
a.       Bertakwa kepada Allah.
b.      Tidak ikhtilath.
c.       Menjaga etika ketika berbicara.
d.      Berbicara sebatas keperluan.
e.       Menundukkan pandangan.
f.       Tidak memperlembut suara.
g.      Tidak tertawa terbahak-bahak dan mengunyah permen karet.
h.      Tidak menyepelekan pakaian Islami yang menutup seluruh badan.
i.        Jauhi bicara tentang keluarga ketika bekerja.
j.        Memilih pekerjaan sesuai dengan tabi’atnya.

Etika Sebagai Seorang Istri
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”(QS. Ar-Ruum;21)
Hal yang harus dipatuhi sebagai seorang istri:
1.    Ketahuilah kepemimpinan ada ditangan suami.
2.    Jadikan ia sebagai majikan Anda.
3.    Jadilah istri shalihah.
4.    Patuhi akhlak yang baik dalam bergaul dengannya.
5.    Jagalah rahasia suami dan rumahnya.
6.    Baik dalam bergaul dengan keluarganya.
7.    Tidak puasa sunnah kecuali mendapatkan izin dari suami.
8.    Tidak bersedekah kecuali mendapatkan izin suami.
9.    Jauhi banyak tuntutan hidup.
10.  Tidak membanggakan diri dengan kecantikan.
11.  Memuliakan tamunya dihadapannya.
12.  Mensyukuri kebaikannya.
13.  Menghiasi diri dengan iffah dan amanah.
14.  Menghargai perasaannya dan mengikuti kemauannya.
15.  Berhias hanya untuknya.
16.  Baik dalam bergaul dengan tetangga.
17.  Tidak memasukkan orang lain kedalam rumah ketika suami tidak lagi dirumah.
18.  Mendidik anak dengan didikan yang baik.
19.  Bagus dalam mengatur uang belanja seukuran kemampuannya.
20.  Bekerja dirumah, mengatur ,dan merapikannya.
21.  Bagus dalam menyambut dan mengantarkannya.
22.  Berkasih sayang dengannya.
23.  Mentaatinya bukan dalam kemaksiatan.
24.  Tidak sombong diri dengan ilmu, harta, kecantikan dan keturunan.

Etika Bersama Keluarga
1.      Etika Kepada Orang Tua
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra;23)
2.      Etika Kepada Kerabat
Allah berfirman;
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.”(QS.An-Nisa;1)


Dan juga Allah berfirman;
وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ
“Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah.” (QS. Al-Anfaal;75)

Etika Dengan Keluarga Suami
وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264], dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’;1)
فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.” (QS. Ar-Ruum;38)
Sesungguhnya kerabat suami adalah orang yang paling dicintai olehnya, karena mereka adalah keluarganya sendiri. Agar Anda mendapatkan keridhoan Allah dan juga ridho suami, maka jadilah Anda sebagai orang yang berbakti kepada mereka, sebagaimana yang Anda lakukan terhadap suami Anda. Jadikan setiap mereka sama kedudukannya dengan suami Anda dalam permuliaan dan penghormatan. Jadikan mereka seperti keluarga sendiri dalam berbuat baik kepdanya. Jadilah Anda orang terdidik dan berakhlak mulia, meskipun mereka tidak berbuat baik kepada Anda.

Etika Kepada Anak
Anda wajib mendidik Anak Islami untuk mencintai Allah dan ibadah kepadaNya, dengan cara mengingatkan mereka terus-menerus bahwa Dia adalah pemberi semua kenikmatan. Ajaklah dia memikirkan alam semesta yang disekelilingnya, membicarakan sifat Allah yang tinggi, juga tentang pahala bagi orang yang taat dan siksa bagi orang yang maksiat.
Etika di Rumah
Jadikan rumah Anda sebagai rumah yang islami, bersih dari gambar-gambar yang diharamkan, patung, anjing dan semua yang dilarang sebagaimana Sabda Rasulullah SAW;
لاً تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلاَصُرَةٌ
“Malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.” (HR. Bukhori, 10/328; Muslim, no. 2606; hadits shahih)

Etika Dengan Tetangga
Berbuat baik kepada tetangga adalah wajib dan termasuk iman dan ketaatan kepada Allah, sebagaimana firman Allah dan Sabda Rasulullah SAW;
وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ
“Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”(QS. An-Nisa’:36)
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الاخِرِفَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tetangganya.” (HR. Bukhori, 10/373;Muslim, no. 47)

Etika Bersama Semua Orang
Berhiaslah dengan etika yang mulia dalam setiap tindakan Anda kepada orang lain. Hindarilah sifat marah, angkuh, menyombongkan diri dengn ilmu, harta, kecantikan, dan keturunan. Jauhilah mencela, ghibah dan mengadu domba. Jadikan setiap sikap Anda dengan mereka dibangun atas amar ma’ruf dan nahi munkar, akhlak yang baik dan membalas kejelekan dengan kebaikan.

Jadilah Teladan bagi Orang Lain
Orang-orang memandang Islam lewat Anda. Mereka tidak akan mencela atau memuji Anda tetapi mereka akan mencela Islam atau memujinya karena Anda. Janganlah Anda hinakan agama Anda dengan etika Anda.
Orang akan mencintai dan membenci Islam karena perilaku penganutnya. Jadilah Anda Da’i kepada Islam dengan etika Anda. Jadilah teladan bagi orang lain, dan jangan sekali-kali perbuatan Anda menyelisihi perkataan Anda. Karena sambutan orang terhadap dakwah tergantung pada keikhlasan  Anda sebagai Da’i, itulah sebabnya Allah berfirman;
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ
“Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri?” (QS. Al-Baqarah:44)
Dakwah dengan Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar
Allah berfirman;
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”
Dakwah kepada Allah adalah tanggungjawab umat islam seluruhnya, laki-laki dan perempuan, sesuai dengan perannya, kedudukannya, dan kemampuannya. Mereka adalah sebaik-baik umat yang pernah dikeluarkan dihadapan manusia, dan mereka adalah umat yang paling mulia. Umat yang memimpin bukan umat yang dipimpin. Umat yang diikuti bukan yang mengekor. Mereka senantiasa terjaga hingga hari kiamat.
Allah tidak akan membebani suatu umat dengan kewajiban dakwah, tanpa umat yang lain kecuali karena umat tersebut adalah umat yang besar dan dianggap mampu mengemban urusan yang besar ini. Dakwah kepada Allaah haruslah dimulai dari diri sendiri, ikhlas dengan ilmu dan yang paling utama adalah iman, takwa dan berani dalam kebenaran.
Dakwah dilakukan leat perkataan atau perilaku. Anda adalah Da’i kepada Allah dihadapan anak-anak, keluarga dan tetangga, kemudian ditengah-tengah para wanita. Dakwah Anda bisa dengan nasihat yang baik atau denga etika yang yang mulia. Termasuk hal yang paling penting yaitu memadukan antara ucapan dan tindakan, sehingga anda menjadi teladdan bagi mereka. Orang akan melihat Islam dalam kepribadian Anda, maka hindarilah merusak agama dengan perilaku Anda yang salah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar